Menu Tutup

Pelatihan Pemanfaatan AI untuk Mengimplementasikan Pembelajaran Matematika Mendalam, Berorientasi pada STEM dan Microlearning bagi Guru Matematika SMP di Surakarta

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Research Group Pembelajaran Matematika pada Pendidikan Dasar dan Menengah Universitas Sebelas Maret (UNS) berkerjasama dengan MGMP Matematika SMP Kota Surakarta menggelar program “Pelatihan Pemanfaatan AI (Artificial Intelligence) untuk Mengimplementasikan Pembelajaran Matematika Mendalam, Berorientasi pada STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan Microlearning” bagi guru matematika SMP di Surakarta. Kegiatan ini terselenggara atas pendanaan RKAT Universitas Sebelas Maret 2026 melalui Skema Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HGR-UNS) dengan No: 463/UN27.22/PT.01.03/2026. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk memberikan wawasan serta melatih para guru dalam merancang dan menerapkan pembelajaran matematika mendalam berorientasi STEM, serta microlearning dengan memanfaatkan AI guna meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya Universitas Sebelas Maret dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4 terkait pendidikan berkualitas dan SDG 17 terkait kemitraan untuk mencapai tujuan.

Program pendampingan berlangsung dari bulan Agustus hingga Oktober 2026 di Aula SMP Negeri 20 Surakarta. Sebanyak 40 guru matematika yang tergabung dalam MGMP Matematika SMP se-Kota Surakarta berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Narasumber utama pelatihan adalah Dr. Imam Sujadi, M.Si. dan Jovita Ridhani, S.Pd., M.Ed., dengan didampingi oleh anggota tim pengabdian, yaitu Dr. Dra. Yuli Bangun Nursanti, M.Pd., Ira Kurniawati, S.Si., M.Pd., Riki Andriatna, S.Pd., M.Pd., dan Arum Nur Wulandari, S.Pd., M.Pd.

Sebelum pelatihan dimulai, tim pengabdian melakukan survei awal melalui kuesioner untuk menganalisis pemahaman guru terkait microlearning serta kesiapan mereka dalam mengintegrasikan teknologi. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas guru sudah familier dengan teknologi digital. Namun, mereka masih membutuhkan pendalaman praktis untuk merancang konten microlearning matematika yang terstruktur dan mampu memicu pemikiran mendalam (deep learning) siswa di kelas.

Pelatihan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Ketua MGMP Matematika SMP Kota Surakarta, Bapak Wengku Setyadi, S.Pd. Beliau mengapresiasi langkah UNS dalam mendukung pengembangan kompetensi guru melalui pelatihan berbasis inovasi dan tren pendidikan terkini. Pada sesi materi yang pertama, Dr. Imam Sujadi, M.Si. memaparkan konsep microlearning, yaitu penyampaian materi dalam unit-unit kecil yang padat, menarik, dan berdurasi singkat. Pendekatan ini dinilai efektif untuk mengakomodasi keterbatasan fokus siswa sebagai generasi digital yang kerap menghadapi distraksi. Melalui integrasi microlearning dan deep learning (yang menerapkan prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning), siswa diharapkan dapat lebih mudah menganalisis konsep serta menemukan solusi atas permasalahan matematika sehari-hari. Selain itu, beliau juga mengenalkan contoh konteks STEM dan stimulus numerasi (mencakup tingkat soal knowing, applying, dan reasoning) untuk mengasah kemampuan numerasi siswa.

Penyampaian Materi oleh Narasumber

Pada pertemuan kedua, pelatihan diisi oleh Jovita Ridhani, S.Pd., M.Ed., seorang pakar di bidang Teknologi Pendidikan. Para peserta dilatih memanfaatkan AI seperti Gemini Notebook yang dapat digunakan untuk membantu guru dalam menyusun modul ajar, merancang soal numerasi, serta membuat konten microlearning interaktif seperti video pendek, infografis, dan kuis digital modular. Sesi ini berlangsung interaktif dengan penyajian contoh-contoh yang relevan, dan ditutup dengan diskusi tanya jawab serta berbagi pengalaman antarpeserta. Pada kegiatan selanjutnya, para peserta diminta untuk mencoba mengembangkan pembelajaran matematika dengan memanfaatkan AI sesuai materi yang telah dipelajari. Peserta menyusun modul ajar yang menerapkan prinsip-prinsip deep learning, membuat media pembelajaran singkat untuk kegiatan microlearning, mengeksplorasi konteks STEM yang relevan, serta menyusun soal-soal numerasi.

Praktek Pengembangan Rancangan Pembelajaran

Pada pertemuan terakhir, perwakilan peserta mempresentasikan produk yang telah dikembangkan. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Melalui sesi ini, para guru dapat saling bertukar pikiran untuk menganalisis kelebihan serta keterbatasan penggunaan AI, sekaligus mendiskusikan solusi atas kendala yang dihadapi. Program ini kemudian ditutup dengan sesi refleksi bersama dan pengisian angket evaluasi hasil pelatihan.

Presentasi Rancangan Pembelajaran yang Dikembangkan oleh Peserta Pelatihan

Sebagai bentuk tindak lanjut, peserta pelatihan diharapkan dapat mengimplementasikan produk tersebut di kelas untuk mengevaluasi dampaknya terhadap kemampuan numerasi siswa. Selain itu peserta pelatihan juga dapat  menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing agar dapat diadaptasi pada materi matematika yang lain. Melalui kerja sama antara Tim Pengabdian UNS dan MGMP ini, sekolah-sekolah mitra diharapkan dapat terus berinovasi dalam mengembangkan media pembelajaran matematika yang bermakna, menyenangkan, serta efektif meningkatkan kemampuan numerasi siswa.