Pada Sabtu 6 Juni 2026 , Tim Peneliti hibah EQUITY Post Doctoral Dana LPDP yang dikelola oleh Universitas Sebelas Maret dengan nomor kontrak 4315/B3/DT.03.08/2025 dan No. 84/UN27/KS/2025 mengadakan Workshop Pelatihan Metodologi Penulisan Ilmiah dan Etika Pemanfaat AI dalam Penulisan Ilmiah yang dilaksanakan pada Sabut, 6 Juni 2026 di UNS Inn. Worksop diikuti oleh dosen dan mahasiswa dengan tujuan memperkuat kapasitas publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Rubono Setiawan, S.Si., M.Sc. selaku ketua hibah Post Doctoral dan Postdoctoral Researcher Dr. Ridwan Pandiya, M.Sc. dari Telkom Unversity sebagai mahasiswa Post Doctoral UNS sekaligus narasumber. Kegiatan ini merupakan bagian dari hibah EQUITY Post Doctoral Dana LPDP yang dikelola oleh Universitas Sebelas Maret dengan judul penelitian : Optimasi Dosis Micronutrients (Zat Gizi Mikro) pada Beras Fortifikasi untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Gizi Nasional.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kaprodi S1 Pendidikan Matematika FKIP UNS : Dr. Triyanto, S.Si., M.Si . Melalui forum ini, peserta diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai strategi menemukan novelty penelitian, memilih jurnal yang tepat, menghadapi proses peer review, menyusun author’s reply yang efektif, serta memahami berbagai tantangan dalam publikasi ilmiah internasional. Selain itu, workshop juga mengangkat isu yang semakin relevan dalam dunia akademik, yaitu pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penelitian dan publikasi ilmiah. Diskusi menyoroti pentingnya penggunaan AI secara etis, transparan, dan bertanggung jawab, sehingga tetap sejalan dengan prinsip integritas akademik dan kaidah penelitian ilmiah.
Dalam workshop ini Dr. Ridwan Pandiya menjelaskan bahwa bagi kalangan dosen, publikasi di jurnal kelas dunia merupakan sebuah kewajiban formal dalam pengembangan karier akademik, pemenuhan Indikator Kinerja Dosen (IKD), serta syarat mutlak kenaikan Jabatan Akademik Dosen (JAD) seperti Lektor Kepala dan Profesor. Selain ketajaman substansi, penulis juga dituntut memiliki strategi yang matang dalam memilih jurnal target dengan cara memverifikasi status indeksasi secara resmi di pangkalan data terpercaya seperti Scopus atau Web of Science (WoS), mengevaluasi nilai Impact Factor atau CiteScore, memastikan kredibilitas penerbit besar seperti Elsevier dan Springer, serta sangat waspada terhadap ciri-ciri jurnal predator yang kerap memanipulasi proses peer-review kilat atau melakukan spamming email massal. Ketika artikel berhasil lolos dari penyaringan awal editor dan masuk ke tahap revisi, penulis harus memiliki ketahanan mental serta profesionalisme tinggi dalam menyusun dokumen Author’s Reply; tanggapan yang diberikan kepada reviewer wajib ditulis secara sopan, menjawab seluruh poin kritik secara objektif tanpa melibatkan emosi, serta menyertakan lokasi halaman perubahan secara transparan demi meyakinkan editor bahwa artikel tersebut layak untuk diterbitkan.
Lebih lanjut, Dr. Ridwan menyampaikan bahwa di masa sekarang, maraknya pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) di dunia sehari-hari, kita harus bijak dan beretika dalam menggunakan fasilitas tersebut. Transparansi juga menjadi poin krusial di mana penulis diwajibkan secara hukum untuk memberikan pernyataan terbuka (disclosure) yang jelas mengenai nama alat AI yang digunakan beserta tujuan spesifik pemanfaatannya di dalam manuskrip

